5 Langkah Membuat Content Strategy yang Efektif

5 Langkah Membuat Content Strategy yang Efektif

Jika Anda memiliki bisnis kecil, maka salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk memasarkan produk atau layanan Anda adalah lewat blog. Lalu, bagaimana caranya untuk membuat content strategy yang tepat untuk membangun bisnis online Anda melalui blog ini?  

Menurut penelitian terkini, sekitar 90% pemasar menggunakan content marketing untuk mengembangkan bisnis online mereka. Hal ini menunjukkan bahwa strategi konten yang matang terbukti efektif dalam membantu pertumbuhan bisnis online.

Cara Membuat Content Strategy secara Efektif untuk Pebisnis Pemula

Maka, berikut ini informasi mengenai lima langkah membuat content strategy yang efektif. Berikut langkah-langkahnya.

1. Mencari Pembaca Konten yang Ideal

Langkah pertama dalam membuat strategi konten yang efektif adalah menentukan pembaca ideal untuk blog atau website. Pembaca tersebut akan menjadi fokus konten yang disajikan. Karena itu, tentukan sejak awal. Misalnya saja ibu hamil, anak muda, profesional muda, atau lainnya, tergantung pada niche pasar yang dituju. Sangat penting untuk mengenali siapa pembaca konten tersebut agar konten yang dibuat bisa tepat sasaran dan relevan dengan audiens.

Hal ini misalnya bisa dilakukan dengan membuat persona. Bayangkan sesosok pembaca yang nanti akan mengikuti konten-konten yang sudah dibuat. Lalu coba profilkan:

  • Siapa namanya?
  • Berapa usianya?
  • Di mana ia tinggal? 
  • Seperti apa lingkungan rumahnya?
  • Apa latar belakangnya?
  • Apa pekerjaannya?
  • Seperti apa habitnya sehari-hari?
  • Apa yang menjadi masalah hidupnya?
  • Apa yang dia suka?
  • Apa yang menjadi targetnya dalam hidup?

Dan pertanyaan lain yang bisa membentuk profilnya secara lengkap

Dengan adanya persona, nantinya Anda akan lebih mudah membuat content strategy yang terarah dan tepat pada sasaran.

Baca juga: Bagaimana Menentukan Target Pembaca untuk Website Bisnis?

2. Menetapkan tujuan konten Anda

Setelah menentukan pembaca ideal, langkah berikutnya adalah memastikan tujuan dari konten tersebut. 

Memahami tujuan ini penting agar strategi konten yang dibuat bisa tepat sasaran. Nantinya, tujuan ini membantu dalam merancang rencana pemasaran konten yang efektif dan sukses. Meskipun membangun kesadaran merek itu penting, menetapkan tujuan untuk blog juga sangat krusial. 

Berikut beberapa contoh tujuan yang bisa dijadikan fokus dalam pembuatan konten:

  • Meningkatkan Kesadaran Merek (Brand Awareness): Membuat konten yang memperkenalkan merek atau jasa kepada audiens baru atau memperkuat citra merek di mata pelanggan lama.
  • Edukasi: Memberikan informasi tentang topik tertentu yang relevan dengan produk atau jasa yang ditawarkan, sehingga membantu audiens memahami lebih baik manfaat dan penggunaan produk atau jasa yang terkait.
  • Lead: Membuat konten yang dirancang untuk mengumpulkan informasi kontak dari pembaca, yang nantinya dapat dihubungi untuk promosi dan penjualan.
  • Peningkatan Penjualan: Menciptakan konten yang langsung mendorong pembelian, seperti promosi produk, demo, testimoni, dan studi kasus yang menunjukkan keberhasilan produk atau jasa yang dibuat.
  • Engagement: Menghasilkan konten yang menarik yang mendorong interaksi, seperti komentar, like, dan share, yang dapat memperkuat hubungan dengan audiens dan membangun komunitas.
  • Pengoptimalan SEO: Mengembangkan konten yang dioptimalkan untuk mesin pencari dengan tujuan meningkatkan visibilitas online dan mendatangkan lebih banyak trafik ke situs.
  • Mendukung Pelanggan: Memberikan konten yang membantu pelanggan menggunakan produk atau layanan Anda dengan lebih efektif, seperti tutorial, FAQ, dan tip penggunaan.

3. Membuat strategi konten yang stabil

Langkah membuat content strategy yang efektif yang selanjutnya adalah dengan membuat strategi yang stabil. Anda harus membuat blog yang menarik pembeli target Anda. Kesuksesan pemasaran konten Anda, tergantung juga pada skema yang stabil sehingga Anda dapat membuat konten yang tepat untuk orang yang tepat. 

Jadi disarankan supaya Anda membuat timeline terlebih dahulu agar nantinya Anda bisa menentukan kapan Anda harus mengunggah konten di waktu yang tepat. Apakah Anda selama ini sudah membuat strategi konten yang baik menggunakan timeline atau belum?

Berikut adalah contoh timeline konten yang komprehensif dengan jenis konten yang beragam, cocok untuk sebuah strategi pemasaran konten yang dinamis.

Senin: Konten Edukasi

  • Pagi: Riset topik edukatif yang berkaitan dengan industri atau produk.
  • Siang: Mulai penulisan atau produksi video edukatif.
  • Sore: Selesaikan draft awal dan lakukan review internal.

Selasa: Konten Wawasan Industri

  • Pagi: Riset tren industri terkini dan data terbaru.
  • Siang: Buat artikel atau video yang mengulas tren industri.
  • Sore: Edit dan siapkan konten untuk publikasi.

Rabu: Konten Tips dan How-to

  • Pagi: Tentukan tips atau prosedur yang bermanfaat untuk audiens.
  • Siang: Tulis atau rekam konten how-to praktis.
  • Sore: Revisi dan persiapkan thumbnail atau grafis pendukung.

Kamis: Konten Ulasan Produk

  • Pagi: Pilih produk untuk diulas.
  • Siang: Buat ulasan mendalam, baik dalam bentuk artikel atau video.
  • Sore: Lakukan pengujian akhir dan siapkan untuk diunggah.

Jumat: Konten Promo

  • Pagi: Riset dan tentukan penawaran atau promo yang akan di-highlight.
  • Siang: Buat dan desain konten promo, termasuk email marketing dan posting media sosial.
  • Sore: Atur jadwal pengiriman email dan posting media sosial.

Sabtu: Konten Interaktif

  • Siang: Buat kuis atau polling untuk meningkatkan keterlibatan pengguna.
  • Sore: Monitor respons dan interaksi, lakukan penyesuaian jika diperlukan.

Minggu: Analisis dan Evaluasi

  • Siang: Analisis performa konten mingguan.
  • Sore: Buat laporan performa dan rencanakan peningkatan untuk minggu berikutnya.

Catatan:

  • Jangan lupa untuk selalu memonitor umpan balik dan interaksi pengguna setiap hari untuk memastikan respons yang cepat terhadap pertanyaan atau komentar.
  • Sediakan ruang dalam jadwal untuk konten spontan yang bisa menanggapi tren mendadak atau peristiwa aktual.

4. Memanfaatkan SEO dan Keyword Research

SEO, atau Search Engine Optimization, adalah cara untuk membuat konten Anda lebih mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google. 

Jika tujuan Anda adalah meningkatkan jumlah pengunjung ke situs web atau blog Anda, riset kata kunci sangat penting. Dengan memilih kata kunci yang tepat untuk artikel Anda, ini membantu meningkatkan peluang situs Anda untuk muncul di peringkat teratas hasil pencarian. 

Menarik, bukan? Ini bisa menjadi cara efektif untuk menarik lebih banyak pengunjung ke situs Anda.

Misalnya saja, Anda punya usaha frozen food. Kalau riset keyword di Keysearch.com, maka akan muncul beberapa keyword seperti berikut ini:

  • agen frozen food terdekat
  • distributor frozen food
  • frozen food malang
  • frozen food surabata
  • frozen food bandung
  • daftar harga frozen food grosir
  • toko frozen food
  • frozen food jogja
  • bisnis frozen food
  • kemitraan usaha frozen food
  • aneka frozen food
  • harga frozen food
  • usaha frozen food
  • aneka frozen food homemade

Anda tinggal mengeksekusi satu per satu keyword tersebut menjadi konten, baik konten untuk blog dan sekaligus bisa juga untuk media sosial.

5. Membuat tipe konten yang berbeda

Penelitian menunjukkan bahwa postingan blog adalah salah satu teknik pemasaran konten yang paling efektif untuk meningkatkan kunjungan ke situs web. Namun, tidak hanya artikel saja yang perlu Anda buat. Cobalah juga membuat berbagai jenis konten.

berikut beberapa jenis konten yang bisa Anda gunakan untuk memperkaya strategi pemasaran digital Anda:

  • Artikel Blog: Tulisan panjang yang memberikan informasi, analisis, atau panduan tentang topik tertentu yang relevan dengan audiens Anda.
  • Video: Konten visual seperti tutorial, ulasan produk, wawancara, atau dokumentasi kegiatan yang menarik dan mudah dicerna oleh audiens.
  • Infografis: Representasi visual data atau informasi yang kompleks dalam format yang mudah dipahami dan menarik secara visual, cocok untuk memudahkan pemahaman topik yang rumit.
  • Podcast: Seri audio yang membahas berbagai topik, dari edukasi hingga hiburan, yang bisa diakses oleh audiens sambil beraktivitas lain.
  • Studi Kasus: Analisis tentang bagaimana produk atau layanan Anda telah membantu pelanggan, yang dapat meyakinkan calon pelanggan tentang manfaat yang akan mereka peroleh.
  • E-book: Buku digital yang menyediakan informasi komprehensif tentang suatu topik, sering digunakan sebagai magnet lead untuk mengumpulkan data kontak dari pengunjung situs web.
  • Newsletter: Komunikasi reguler melalui email yang menyampaikan update, berita, tips, atau penawaran khusus, membantu membangun hubungan dengan audiens.
  • Postingan Media Sosial: Konten yang dibuat khusus untuk platform media sosial, dapat berupa teks, gambar, video, atau kombinasi dari semua itu, yang dirancang untuk memicu interaksi dan keterlibatan.
  • Webinar: Seminar online yang memungkinkan interaksi langsung antara pembicara dan audiens, sering digunakan untuk edukasi.
  • Konten Interaktif: Termasuk kuis, polling, atau kalkulator yang menarik pengguna untuk berpartisipasi secara aktif, sering digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan mengumpulkan data pengguna.

Jenis konten ini dapat dipilih dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan preferensi audiens, serta tujuan spesifik dari strategi pemasaran digital yang sudah ditentukan.

Baca juga: Cara Menulis Konten yang Dapat Membentuk Leads dan Bisa Mengonversi Pembaca Menjadi Pembeli

Itulah lima langkah membuat content strategy yang efektif. Pastikan Anda memperhatikan informasi di atas ya demi kelancaran bisnis Anda. Semoga dapat membantu.


0 komentar

Apa pendapat Anda?