7 Skill Copywriting yang Harus Anda Punya, Jika Ingin Jualan Anda Laris Manis

skill copywriting


Skill copywriting bukanlah omong kosong belaka, itu sangat membosankan ketika Anda memasang konten atau produk / layanan Anda secara online, dan Anda bahkan tidak mendapat satu pun penjualan. Anda memutuskan untuk mencoba lagi dengan harapan kali ini bisa melakukan penjualan, tetapi pada akhirnya penjualan tetap tidak ada.

Apakah yang Anda butuhkan adalah skill copywriting?

Anda mungkin bertanya-tanya "apa itu skill copywriting”. Jika Anda belum memasukkan skill copywriting ke dalam strategi pemasaran Anda, maka Anda sebenarnya telah kehilangan banyak penjualan.

Anda mungkin tidak tahu apa itu skill copywriting, atau mungkin Anda tidak tahu bagaimana mengubahnya. Ternya teknik copywriting dan skill copywriting sangatlah penting. Anda membuat iklan, menulis konten pemasaran bentuk panjang dan pendek, tetapi itu tidak begitu mengubah penjualan menjadi meningkat atau laris manis. Jadi saat ini, waktu yang tepat Anda mempelajari skill copywriting.

Apa itu skill copywriting

Skill copywriting adalah skill yang tidak benar-benar diperoleh di sekolah. Skill copywriting didasarkan pada kemampuan kreatif Anda untuk dapat menulis konten yang memikat pengguna, konten yang menciptakan ilusi di hati pengguna yang menemukan konten untuk melakukan pembelian atau menjadi calon pelanggan.

Siapa itu copywriter

Seorang copywriter adalah seseorang yang memiliki skill copywriting. Seseorang yang mampu membuat konten dengan cara yang akan menciptakan minat orang terhadap produk atau layanan tertentu melalui penggunaan copy. Panduan ini akan membantu Anda mengetahui apakah menjadi copywriter adalah sesuatu yang Anda inginkan berdasarkan keahlian Anda.

Pro dan Kontra Skill Copywriting.

Pro

  • Skill copywriting fleksibel dan menciptakan aliran pendapatan
  • Ini meningkatkan nilai untuk produk / layanan
  • Skill copywriting menggandakan penjualan (ROI)
  • Ini meningkatkan portofolio

Kontra

  • Terkadang pekerjaan copywriting membosankan untuk dilakukan
  • Butuh waktu untuk membuat salinan yang bagus

Berikut adalah 7 skill copywriting yang harus Anda punya, jika ingin jualan Anda laris manis.

1. Memahami Bahasa Audiens

Skill copywriting sebenarnya adalah membujuk pelanggan untuk mengambil tindakan (beli, klik, ubah, dll.). Jika Anda tidak dapat memahami masalah pelanggan, bagaimana Anda akan meyakinkan mereka bahwa Anda memiliki jawaban atas masalah mereka? Mereka mencari solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

Dan Anda mungkin berpikir bahwa jika Anda hanya mengatakan Anda memiliki solusinya, mereka akan mempercayai Anda. Tapi mereka tidak akan melakukannya. Dibutuhkan lebih dari itu.

Setelah memahami kondisi pola pikir audiens yang dituju dan mendapatkan serangkaian informasi sehubungan dengan produk, brand, dan audiens. Selanjutnya Anda harus mampu bercerita dalam bahasa yang dipahami audiens. 

Seorang copywriter legendaris David Ogilvy pernah berkata, “Jika Anda ingin meyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu, atau membeli sesuatu, menurut saya Anda harus menggunakan bahasa mereka; bahasa yang mereka gunakan setiap harinya, bahasa yang mereka gunakan untuk berpikir.”

Teknik copywriting yang berkualitas, entah itu iklan, ebook, blog, atau headline, lebih efektif ketika dibuat dengan memikirkan pilihan kata audiens yang dituju saat berpikir, berbicara, dan mencari sesuatu. Upaya-upaya menghasilkan copy tanpa memikirkan kecenderungan audiens cenderung meleset dari tujuan awal.

2. Gunakan Kata-Kata Familiar Sesuai Market

Langkah yang dapat kita lakukan untuk memikat hati pelanggan dengan memperhatikan kata familiar dalam menyampaikan sebuah produk yang Anda jual. Kata familiar yang menarik akan mempengaruhi minat para konsumen. Maka dari itu, kita harus mengetahui bagaimana cara menjual produk yang baik.

Mengapa kata familiar mempengaruhi pelanggan?

Menjual produk dalam bentuk tulisan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Kata-kata familiar yang sesuai dengan market akan berpeluang mempengaruhi orang. Dengan isi teks yang membuat mereka merasa dekat dengan Anda walaupun tanpa bertatap muka.

Contohnya :

Jika Anda menjual produk yang target marketnya remaja wanita. Anda tidak bisa menggunakan sapaan "Anda" yang dimana kata tersebut terlalu formal. Anda bisa mengganti dengan kata Kakak atau Sis. Anda juga bisa menggunakan berbagai emoji yang memberi kesan friendly dan menyenangkan

3. Tata Bahasa

Skill copywriting mencakup tata bahasa. Tata bahasa mungkin topik yang luas dan cenderung membosankan. Tapi artikel ini mendorong Anda untuk mempelajari segala sesuatu untuk terhindar dari penyalahgunaan aturan bahasa.

Berikut adalah beberapa hal untuk mencari tahu tentang itu.

  • Menjaga bentuk kata agar konsisten. Copywriting produk untuk tulisan Anda, usahakan agar tetap konsisten sampai akhir, misalnya memakai kata content atau konten.
  • Gunakan titik dua : dan titik koma ; secukupnya dan tepat. Tanda baca ini dapat berguna, tapi cukup sulit. Titik koma biasanya digabung dengan dua kalimat lengkap. Titik dua biasanya mengikuti kalimat dan digunakan untuk list.

Mari buat daftar!

Do:

  • Tulis sederhana
  • Buat paragraf pendek
  • Gunakan CAPS, garis bawah, miring, warna, dan huruf tebal untuk menarik perhatian pembaca ke poin utama

Don’t:

  • Tulis lebih dari 4 kalimat dalam satu paragraf.
  • Gunakan kalimat run-on
  • Buat pembaca menggunakan kamus untuk mencari tahu apa yang Anda katakan
  • Buat paragraf blok yang terlalu sulit untuk dibaca

Soalnya, untuk membuat salinan yang bagus, Anda harus fokus membuat pesan Anda mudah dibaca dan dicerna.

Ingatlah bahwa beberapa aturan ini terkadang dapat dilanggar, tetapi Anda perlu menggunakannya dan melanggarnya dengan alasan yang bagus untuk membantu audiens Anda membaca.

4. Empati

Jangan bingung empati dan simpati. Dengan simpati, Anda mungkin merasa tidak enak pada seseorang, tetapi empati berkaitan dengan kemampuan untuk memahami perasaan seseorang tentang situasinya.

Agar bisa menulis sesuatu yang dapat menjual, Anda diharuskan mempuyai skill copywriting yang mampu menyentuh emosi audiens. Empati dapat menambah efektivitas sebesar tiga kali lipat. Oleh karenanya, jangan takut untuk menggunakan kata-kata yang mencerminkan perasaan seperti bahagia, kesedihan, kegagalan, ketakutan, dan kepercayaan audiens yang Anda tuju. Dengan menggunakan kekuatan empati, Anda dapat menggerakkan audiens untuk mencapai tujuan dan tentunya memperbesar kemungkinan mereka menuruti Call-to-Action (CTA) Anda.

5. Riset/Penelitian

Untuk menjadi copywriter, Anda harus mempunya skill copywriter berupa riset/penelitian. Syukurlah ada Google dan banyak informasi di internet. Penelitian sangat penting dalam pekerjaan copywriter dan Anda akan menghabiskan setidaknya 50% waktu Anda untuk melakukan penelitian bahkan sebelum Anda menulis satu kata pun.

Anda dituntut untuk menjadi seorang peneliti yang mampu mencacah brief, menginvestigasi, mencari, dan menganalisa segala macam informasi berkaitan dengan produk, brand, serta audiens.

Penelitian yang efektif tidak hanya sebatas mencari berdasarkan kata kunci di kotak pencarian Google. Kamu juga bisa melakukan wawancara dengan brand dan beberapa audiens mereka untuk menggali pengetahuan yang lebih mendalam.

6. Keterampilan Mendengarkan

Mempunyai skill copywriting dengan mendengarkan pelanggan adalah hal yang Anda harus dilakukan. Bagaimana Anda mendengarkan pelanggan?

  • Kirim survei
  • Ulasan saya
  • Baca forum
  • Mendengar pembeli di toko bahan makanan
  • Wawancarai seorang pelanggan

Tip bonus:

Jika Anda menjual barang dengan harga tinggi (Rp 10.000.000) adalah Anda bisa mewawancarai pelanggan yang telah membelinya dan mencatat tentang masalah mereka dan apa yang menyebabkan mereka membelinya.

7. Urgensi dan Gunakan Teknik FOMO

Teknik copywriting ini sudah sering dilakukan  dan digabungkan dengan penawaran yang menarik misalnya potongan diskon, voucher atau produk gratis tambahan. Dengan penawaran menarik tersebut, maka si penjual ingin memunculkan pikiran jika sudah lewat waktu tersebut Anda tidak bisa mendapatkannya lagi. Strategi urgensi ini juga bisa dibilang salah satu strategi FOMO.

Fear of Missing Out (FOMO) adalah situasi psikologi dimana seseorang tidak ingin merasa tertinggal dan ingin selalu up to date.

Misalnya ada penawaran terbatas, buat supaya para (calon) pelanggan jadi takut kehabisan. Bisa juga dengan cara menyampaikan kalau stok tinggal sedikit. Pun Anda bisa menawarkan sesuatu yang "langka", yang mungkin tidak akan pernah ditawarkan lagi.

Skill copywriting terbukti menjadi jembatan yang mampu meningkat penjualan bisnis di industri apapun.

Meyakinkan orang secara tatap muka bisa lebih mudah. Tapi kalau Anda dan customer terpisah jarak jauh dan hanya bisa berinteraksi dengan layar HP atau komputer, maka Anda perlu tahu cara meyakinkan mereka dengan skill copywriting ini.

Jadi apa Anda sudah paham betapa pentingnya skill copywriting untuk bisnis Anda?

Anda membutuhkan bantuan untuk membuat website dan melakukan digital marketing untuk bisnis Anda? PenulisKonten.id dapat membantu Anda menyediakan berbagai konten yang akan mendukung upaya Anda ini.

Silakan email  kami, ataupun menghubungi kami via WhatsApp .


0 komentar

Apa pendapat Anda?